PBAK 2026 IAIN Pontianak Dibahas Bersama Ormawa, Kampus Tegaskan Zero Bullying dan Tanpa Perpeloncoan

Terkini 21 Aug 2026 13:17 3 min read 4 views By Humas IAIN Pontianak

Share berita ini

PBAK 2026 IAIN Pontianak Dibahas Bersama Ormawa, Kampus Tegaskan Zero Bullying dan Tanpa Perpeloncoan
bullying

PBAK 2026 IAIN Pontianak Dibahas Bersama Ormawa, Kampus Tegaskan Zero Bullying dan Tanpa Perpeloncoan

PONTIANAK — Persiapan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) IAIN Pontianak 2026 menjadi perhatian serius jajaran pimpinan kampus bersama organisasi kemahasiswaan (Ormawa). Berbagai aspirasi mahasiswa terkait konsep dan teknis pelaksanaan PBAK dibahas dalam audiensi di Ruang Kerja Rektor IAIN Pontianak, Kamis (20/8/2026).

Audiensi tersebut dipimpin Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag., dan dihadiri Kepala Biro AUAK, panitia PBAK, Ketua dan Wakil DEMA IAIN Pontianak, serta perwakilan sejumlah Ormawa.

Pertemuan ini menjadi ruang dialog antara pihak birokrasi kampus dan mahasiswa untuk memastikan pelaksanaan PBAK 2026 berjalan edukatif, tertib, humanis, serta tidak keluar dari prinsip perlindungan mahasiswa baru.

Ormawa Soroti Konsep dan Pola Pelaksanaan PBAK

Dalam audiensi, perwakilan Ormawa menyampaikan sejumlah keresahan mengenai konsep kepanitiaan dan teknis pelaksanaan PBAK tahun ini.

Sebelumnya, pada Rabu (19/8/2026), unsur Akademik IAIN Pontianak bersama Ormawa juga telah melakukan pembahasan untuk mencari titik temu terkait pelaksanaan kegiatan.

Salah satu usulan yang mengemuka adalah pembagian pola kegiatan PBAK. Hari pertama diarahkan untuk pengenalan kelembagaan dan institut dengan penekanan pada kegiatan edukatif serta bebas dari perpeloncoan, intimidasi maupun tindakan fisik.

Sementara hari kedua dan ketiga dapat memberikan ruang lebih luas kepada SEMA, DEMA, UKM/UKK dan HMPS untuk memperkenalkan organisasi serta menunjukkan berbagai potensi dan kegiatan kemahasiswaan.

Rektor: PBAK Harus Jadi Ruang Edukasi, Bukan Perpeloncoan

Rektor IAIN Pontianak mengapresiasi langkah DEMA, SEMA dan seluruh unsur Ormawa yang memilih menyampaikan aspirasi melalui komunikasi dan dialog.

Menurutnya, keberhasilan PBAK bukan hanya menjadi tanggung jawab panitia atau birokrasi kampus, melainkan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan mahasiswa. Menurutnya, baik unsur pimpinan maupun mahasiswa memiliki pengalaman dalam dunia organisasi sehingga hubungan komunikasi harus dibangun secara cair, egaliter dan konstruktif.

Rektor juga menekankan agar seluruh pihak menempatkan kepentingan mahasiswa sebagai fokus utama, mulai dari proses persiapan hingga keberlanjutan pembinaan mahasiswa selama menjalani pendidikan di kampus.

Selain itu, disepakati pentingnya mekanisme informasi resmi melalui satu pintu. Langkah tersebut dinilai diperlukan agar informasi terkait PBAK dapat diterima secara utuh oleh mahasiswa, orang tua dan masyarakat serta tidak menimbulkan informasi yang simpang siur.

Rektor juga mendukung adanya pola pendampingan mahasiswa baru secara berkelanjutan melalui keterlibatan dosen Pembimbing Akademik (PA) dan kakak tingkat hingga mahasiswa menyelesaikan masa studinya.

Kemenag Tekankan Moderasi dan Pencegahan Kekerasan

Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak, Dr. H. Moh. Junaidin, MA., menyampaikan bahwa pelaksanaan PBAK harus mengacu pada arahan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI.

Arah kebijakan tersebut menempatkan sejumlah materi penting sebagai bagian dari PBAK, antara lain wawasan kebangsaan, moderasi beragama, visi dan misi perguruan tinggi, pencegahan narkoba serta penguatan budaya anti-kekerasan atau zero bullying.

Dengan demikian, kegiatan pengenalan mahasiswa baru diharapkan tidak berubah menjadi praktik perpeloncoan yang berpotensi merendahkan martabat atau memberikan tekanan kepada mahasiswa baru.

PBAK Dimulai 30 Agustus hingga 2 September

Hasil rapat menyepakati rangkaian PBAK 2026 diawali Pra-PBAK pada 30 Agustus dan berlangsung hingga 2 September 2026.

Pembagian materi akan dibuat secara jelas antara pengenalan kelembagaan kampus dengan ruang bagi Ormawa untuk memperkenalkan organisasi dan aktivitas kemahasiswaan.

Seluruh rangkaian kegiatan ditegaskan harus berlangsung tanpa perpeloncoan maupun kekerasan fisik.

Panitia selanjutnya akan memfinalisasi pamflet, jadwal dan alur teknis kegiatan sebelum disosialisasikan secara terpadu melalui satu pintu informasi.

Pertemuan tersebut sekaligus menjadi komitmen bersama pimpinan kampus dan Ormawa untuk menjaga kondusivitas PBAK, melindungi mahasiswa baru serta membangun citra IAIN Pontianak sebagai lingkungan pendidikan yang aman, edukatif dan bermartabat.(Rahcmad S H)

Penulis: Humas IAIN Pontianak
Editor: Bambang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

IKSPersNews

Recent Articles

Popular Articles